Corporate Presentation

Humanika Inc.

Senin, 18 Mei 2015

KISAH SEBUAH KEGAGALAN



Peristiwanya tidaklah penting. Tapi, respon pada peristiwa itu adalah segala-galanya” (I Ching).Kegagalan menjadi teman akrab dalam kehidupan kita. Siapa yang merasa tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidup ini satu kali pun? Hampir dipastikan tidak ada seorang pun….Ada beragam sikap menghadapi kegagalan.

Sering dalam menghibur kawan yang gagal, kita melontarkan ucapan umum, seperti “kegagalan adalah sukses yang tertunda” atau “kegagalan adalah awal kesuksesan” dan sebagainya. Tentu saja, mantra positif itu diucapkan dengan tulus dan menambah semangat. Namun, kalimat itu sering kita pakai lantaran kita tidak tahu apa yang harus kita katakan. Jadi, sekadar menghibur.Sebenarny a, memiliki perbendaharaan dan frame positif tentang kegagalan merupakan salah satu benteng kokoh menghadapi serangan ‘virus kegagalan’ dalam hidup kita.Sejarah mempunyai 1001 bukti. Banyak tokoh dunia sukses bukan karena mereka tidak pernah gagal.

Tetapi, bagaimana mereka merespons, berpikir, bertindak, dan menyikapi kegagalan itulah yang justrumengantarkan mereka pada puncak kesuksesan. Jatuh bangun adalah proses biasa dalam meraih kesuksesan. Seperti puncak gunung tak akan dicapai tanpa melalui jalan naik-turun nan terjal. Bahkan, belukar dan kebuntuan jalan.Setiap dari kita, termasuk Anda, perlu memiliki sebuah perbendaharaan atau pun referensi yang bisa kita jadikan pegangan saat mengalami kegagalan. Winston Churchill, misalnya, ia mengaku doyan membaca biografi tokoh terkenal saat semangatnya sedang turun. Buku itu membuat semangatnya bangkit.

Ia merasa diteguhkan saat dirinya lemah dan tak berdaya.Tak heran, salah satu nukilan pidatonya yang populer Never give up bisa jadi berasal dari penggalian inspirasi buku-buku itu. Memang, semangat itu menular seperti layaknya kemalasan juga sering menular.Janganlah jemu menimba energi-energi positif dari banyak hal, termasuk dari bacaan. Kali ini, ada referensi menarik dari Joey Green dalam tulisannya berjudul The road to success is paved with failure. Tulisan Joey Green ini menjadi inspirasi penting untuk menghadapi kegagalan. Green berhasil menuliskan berbagai kisah maupun daftar orang yang sukses secara luar biasa setelah mengalami berbagai kekalahan pahit.

Di bidang bisnis, Joey Green memberi contoh kisah Walt Disney yang sempat saya singgung pekan lalu. Perusahaan animasi pertama Disney pernah pailit. Tapi, Disney mampu bangkit dan betapa besar bisnis hiburan yang ditawarkan dunia Disney sekarang ini. Ada juga Tom Monaghan. Dalam 20 tahun usahanya, ia bangkrut dua kali. Ia kehilangan hak kendali atas bisnisnya. Ia juga dituntut atas pelanggaran hak cipta. Namun, belakangan bisnisnya malahmeroket dengan Domino’s Pizza-nya. Ada lagi Fred Smith, orang yang hanya mendapat C dalam salah satu proyeknya di Yale saat menuliskan idenya tentang jasa pengiriman semalam. Tapi, nilai itu tidak sebanding dengan Federal Express,industri raksasa pengiriman barang yang mendunia. Padahal ide itu pernah diacuhkan oleh gurunya. Demikian juga perusahaan minuman Coca-Cola. Pada tahun pertama, Coca-Cola hanya mampu menjual 400 botol.

Tapi, sekarang Coca-Cola ada di mana-mana. Bahkan, tidak ada satu daerah pun yang tidak pernah kemasukan penetrasi Coca-Cola. Bahkan, gelombang Coca-Cola menjadi simbol nyata globalisasi yang sedang berlangsung. Alami penolakan Sementara itu, Chester Carlson mencoba temuannya ke sekitar 20 perusahaan pada tahun 1940-an. Setelah bertahun-tahun mengalami penolakan, ia berhasil meyakinkan Haloid, perusahaan kecil diRochester. Haloid kemudian menjadi salah satu perusahaan raksasa untuk mesin fotokopi elektrostatik bernama XEROX Corporation.

Ada lagi Henry Ford. Dalam tiga tahun pertama membangun bisnisnya di bidangotomotif, Ford bangkrut dua kali. Namun, kegigihannya membuatnya dikenal dengan simbol mobil-mobil mewah bergengsi. Selain di bidang bisnis, Joey Green memberi contoh di bidang kesusastraan, perfilman, olah raga, dan nyanyian. Sebut saja Elvis Presley.
Gurunya pernah memberinya nilai C dengan nada menghina saatia duduk di L.C. Humes High School di Memphis. Guru itu mencap dirinya sama sekali tidak bisa bernyanyi. Tapi, kini Elvis Presley menjadi penyanyi legendaris. Ada Michael Jordan yang pernah ditolak saat mau bergabung dengan klub basket sekolahnya.Tapi, Jordan pun jadi ikon bola basket legendaris. Beatles juga pernah ditolak pada 1962 oleh dapur rekaman Decca, Pey, Philips, Columbia, dan HMV Labels. Juga Sigmun Freud yang buku karyanya hanya laku 600 buah dengan hanya mengantongi royalty US$250.
Tapi, Freud dikenang sebagai Bapak Psikologi ternama. Aktor Sylvester Stallone semasa kecil pernah dikeluarkan dari 13 sekolah dalam rentang 11 tahun. Profesornya di Universitas Miami mengolok-olok dirinya tidak berbakat akting. Ia juga manjadi bahan tertawaan saat memainkan peran di film Dog Day Afternoon, Serpico, dan The GodFather.

Naskah filmnya Rocky ditolak oleh nyaris semua perusahaan. Tapi, sebuah perusahaan menerimanya dengan syarat Stallone tidak boleh main di dalamnya. Ada lagi Rudyard Kipling. Ia pernah menulis cerita dan mengirimkannya ke sebuah surat kabar di California pada 1888. Tapi, sang editor menolak. “Maaf Mr. Kipling. Anda tampaknya tidak tahubagaimana menggunakan bahasa Inggris dengan baik,” kata editor itu. Belakangan, ia merupakan salah satu peraih nobel di bidang sastra pada 1907.Nah, masih banyak contoh lainnya.

Anda pun bisa melihat sendiri orang-orang serupa di sekitar Anda. Ada satu benang merah yang menarik. Saat Anda mengalami kegagalan, jangan kalang kabut. Janganbiarkan energi Anda habis terkuras hanya karena terbekap kegagalan. Sungguh sangat arogan jika kita selalu berharap semua berjalan mulus tanpa kendala. Ambillah medali kemenangan dari setiap kegagalan yang kita alami. Kita tidak mungkin sukses tanpa memiliki keberanianuntuk gagal.Lihatlah mereka yang sukses itu. Mereka melewati berbagai tantangan dan kesulitan dengan jiwa besar. Kegagalan paling buruk adalah mereka yang mencoba, lalu kalah dan menyerah.

Dag Hammarskjoldpernah bilang, jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung sebelum Anda mencapai puncaknya. Karena, Anda kemudian akan melihat betapa rendahnya gunung itu. Tak ada kata menyerah!

Sumber : Antonio Dio Martin

FITRAH DAN KEBAHAGIAAN

From : Ahmad Sumantho

Dan hadapkanlah wajahmu dengan hanif kepada agama Allah. (Tetaplah atas) Fitrah Allah yang manusia diciptakan atasnya. Tak sekali-kali ada perubahan dalam ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus …” (QS. Ar-Ruum: 30)



Kata fitrah -bahasa Arab ”fith-rah”- berasal dari akar kata f-th-r. Arti kata ini adalah ”keawalmulaan sesuatu sementara sebelumnya sesuatu itu tidak ada”. Dengan kata lain, ”sesuatu yang tercipta untuk pertama kalinya dan tanpa preseden (contoh)”. Sinonimnya adalah al-khalq atau atau al-ibda’. Contohnya, air susu yang pertama kali keluar dari induk unta disebut sebagai “fithr”. Maka, dalam ayat di atas, fitrah berarti unsur manusia yang diciptakan pertama kali. Bukan itu saja, fitrah manusia itu tak pernah berubah sepanjang hidupnya -dengan kata lain, selama-lamanya. Bukan kebetulan juga bahwa makna lain kata fitrah adalah cetakan atau patrian, yang sekali dicetak atau dipatri, tak akan bisa diubah atau dilepaskan.

Tapi, di atas semuanya itu, penting kita sadari bahwa sesungguhnya unsur kemanusiaan -bawaan, tak lain dan tak bukan, terbentuk atas model sifat atau ”tabiat”- yakni fitrah -Allah sendiri.

Selanjutnya, disebutkan juga dalam ayat 30 tersebut, bukan saja bahwa fitrah manusia merupakan perwujudan ruh Allah, tapi ia juga identik dengan agama itu sendiri, tepatnya ”agama yang lurus”. Yakni, suatu pandangan dunia (world-view atau weltanscahauung) dan cara hidup (way of life) yang benar, yang berorientasi keimanan kepada Allah, dan kepada kebenaran -suatu cara pandang dan cara hidup yang, dalam ayat yang sama, disebut juga dengan cara hidup yang hanif.

Memang, dalam analisis lebih jauh, kita mendapati bahwa fitrah memiliki dua unsur utama dan fundamental.Pertama, keimanan kepada Tuhan sebagai Rabb kita, sebagai Pencipta dan Perawat kita:
”Dan ingatlah ketika Allah mengeluarkan (cikal-bakal) anak-cucu Adam dari punggung atau tulang sulbi ayah-ayah mereka (yakni di alam sebelum alam dunia ini) dan menarik persaksian atas diri mereka: ’Bukankah Aku ini Rabb-Mu?’ Mereka pun berkata: ’Benar, kami bersaksi’. Agar kelak mereka tidak berkata: ’Sesungguhnya mengenai hal ini kami lupa’.” (QS. Al A’raf: 172).

Unsur kedua fitrah adalah pengetahuan tentang jalan kebaikan dan jalan keburukan yang telah diilhamkan kepada manusia sejak awal penciptaannya:
”Dan demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaan)-Nya. Maka diilhamkan kepadanya jalan keburukan dan jalan ketakwaannya. Pasti berbahagia siapa saja yang memelihara kesuciannya, dan pasti sengsara siapa saja yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 7 – 10).

Berdasar itu semua, kita dapat menyimpulkan bahwa setiap manusia diciptakan dengan kecenderungan-bawaan beriman kepada Allah dan kepemilikan pengetahuan tentang kebaikan atau ketakwaan dan keburukan. Tapi, yang lebih penting dari itu adalah bahwa, kepenuhan dan kebermaknaan hidup kita, yakni kebahagiaan kita, terletak dalam keberhasilan kita memelihara kesucian keyakinan kita kepada-Nya dan kemampuan kita dalam berbuat baik dan menghindar dari keburukan -yang pengetahuan tentangnya telah diilhamkan kepada kita tersebut.Kegagalan dalam hal ini -jauhnya kita dari Tuhan, dan kurangnya orientasi amal saleh dalam kehidupan kita- hanya akan meninggalkan kehampaan hati, betapa pun mungkin kehidupan kita berlimpah materi dan dikerumuni banyak orang. Karena, bukankah kecenderungan-kecenderungan ini telah menjadi fitrah (tabiat-bawaan) hidup kita yang tak akan pernah berubah?

Inilah kiranya yang dimaksud William James, seorang filosof dan psikolog Amerika awal abad 20 ketika menulis dalam buku-klasiknya, Varieties of Religious Experience bahwa, betapa pun kehidupan akan menarik manusia ke arah yang bertentangan (materialistik), dan betapa pun dikerumuni banyak orang, manusia tak akan pernah berbahagia sebelum ia bersahabat dengan The Great Socius (Sang Kawan Agung)


juga di Publish di :

Humanika Outbound Training - HOT

Contact Me