Corporate Presentation

Humanika Inc.

Senin, 18 Agustus 2014

DETIK-DETIK HARI KEMERDEKAAN


Semangat Pagi Sobat IndONEsia...!


Senang kembali bertemu dengan SOBAT di media silaturahim seperti ini, di dunia maya. Memang sudah tidak ada berkas-berkas yang kasat mata di meja kerja atau di meja makan. Namun berkas-berkas di dalam pikiran semakin berkecamuk dan berantakan ! sepertinya semua kejadian dituangkan saat bersamaan dengan melalui satu pintu, pfff....padat dan berdesakkan! Baiklah..sedikit dengan bantuan helaan nafas yang teratur, mulai menata hal-hal yang akan dikeluarkan. Maklumlah, saat ini sudah MERDEKA...semua ide di dalam kepala menuntut ke-MERDEKA-annya untuk disampaikan, haiyaaa.

Teringat pada siang hari di sudut selatan Jakarta, di sebuah kampus swasta, terdengar atau curi dengar perbincangan mahasiswa.  “merdeka euy....” kata seorang mahasiswa, “merdeka apanya? “ tanya teman mahasiswa yang satunya tadi, sambil menatap penasaran.  “ada apa sih?” tanyanya lagi. “pokoknya...hari ini kita bisa merdeka cuy”  katanya. “merdeka apa Sob?!” tanya temannya, “apakah hari ini tidak ada dosennya?...terdiam dan “Yes!!!” teriaknya.  MERDEKAAA!

Ketika itu, lampu merah pada sebuah lampu lalu lintas dibilangan wilayah bekasi, menyala. Perjalanan menuju pulang ke kantor pun terhenti sesaat. Herannya, mobil di belakang mobil kami terus membunyikan klaksonnya. Kami hanya heran!...”kan masih merah, kan artinya saatnya hak orang lain untuk melalui jalan di depan kami! Namun kenapa begitu semangatnya mobil di belakang kami membunyikan klaksonnya secara terus menerus?!” kemudian saya melihat ke kaca spion “ah bukan mobil ambulance atau polisi pula, hanya sebuah TAXI.” Sekitar tiga menit kemudian lampu hijau pun menyala. Saatnya kendaraan kami berjalan. Sambil geleng-geleng, apakah ini sebuah makna KEMERDEKAAN. Sesuka dan semaunya?

Training pada saat itu sedang berjalan. Ketika sedang berdiskusi dengan teman-teman peserta pelatihan, ada ketukan pintu kelas. Salah seorang peserta pelatihan membuka pintu kelas tersebut. Ternyata rekan kurir saya yang terlihat bingung. Sambil menggerakkan bibirnya dengan suara yang pelan. Sambil meminta saya untuk mengikuti dirinya ke luar kelas. “hmmm..ada sesuatu yang penting rupanya” pikir saya. Segera saya mengikuti keinginannya. Sambil berjalan bersama dirinya menuju pintu utama kantor untuk keluar kantor, “Pak...motor Bapak dan Motor teman kita, DICURI!”. Mendengar itu, segera saya bergegas untuk melihat tempat motor saya diparkir. Memang sudah tidak ada! “ada lagi motor yang hilang?!” tanya saya. “Tidak Pak, Punya Bapak dan Punya Rekan Bapak”. Alhamdulillah....karena di depan kantor sedang penuh sahabat-sahabat yang sedang berbagi pengetahuan dan pengalamannya di kantor saya dengn membawa kendaraan roda duanya. Apakah ini juga makna dari sebuah KEMERDEKAAN, merdeka untuk mengambil yang bukan punya haknya dengan mengatasnamakan kesulitan hidup!

Mundur beberapa saat sebelum kejadian motor saya yang hilang ini, dalam perjalanan menuju kantor saya bertanya dengan diri saya sendiri. “ kenapa tanggal 17 Agustus itu dinamakan hari kemerdekaan.  Jika dilihat dari kamus bahasa Indonesia, merdeka sebagai kata sifat, berarti “bebas” atau dalam bahasa Inggris adalah free. Jika kita melihat bahasa inggris, independence Day. Menggunakan kata independence untuk memaknai keberhasilan terbebas dari belenggu penjajahan untuk menuju ke kemandirian. Sehingga jika dirasa-rasa, merdeka dan independence punya makna yang berbeda. Sehingga dapat menyebabkan perilaku yang berbeda juga. Merdeka diasosiasikan dengan kebebasan yang ta terbatas, sedangkan independence diarahkan pada kemandirian, dimana dalam sebuah kemandirian terdapat kebebasan yang bersifat terbatas pada tujuan yang bagaimana dalam perjalanan kedepannya dirinya mandiri untuk menjadi “seseorang”.

Jika kita meyakini bahwa perbuatan kita saat ini berhubungan dengan budaya, dan tulisan hingga kata merupakan bagian dari budaya, sehingga memaknai dan meresapi sebuah makna pada sebuah kata akan membawa perilaku kita kepada kata tersebut.

Harapan-harapan dan berbagai doa dilayangkan untuk masa depan bangsa ini untuk menuai kebesarannya dan keemasannya kembali seperti dulu kala. Dimana bangsa Indonesia pernah menjadi pusat peradaban bangsa-bangsa di seluruh dunia terkait dengan keluhuran perilaku dan moralnya, ilmu seni, ilmu teknik perkapalan, arsitektur dan sebagainya. Indonesia menjadi kiblat dunia. Bukan hanya jaman kerajaan Majapahit dan Sriwijaya saja, jauh sebelum masehi dan awal peradaban, bangsa Indonesia banyak memainkan peran yang penting dalam banyak karya-karyanya.

Apakah dengan kata MERDEKA, secara cepat dan pasti kita masuk ke jaman KEGELAPAN ? dengan ciri-ciri, merosotnya akhlak,ilmu dan pengetahuan dan ketrampilan anak bangsa kita. Hal ini akan tidak sejalan dengan dunia Barat yang memang pernah masuk era kegelapan dan sudah masuk ke era pencerahan hingga saat ini, ditunjukkan dengan peradaban yang tinggi, dan banyaknya orang-orang bangsa lain yang ingin bersekolah di barat. Atau Cina yang tidak pernah mengalami era kegelapan, karena ketrampilan sastra dan menulisnya yang tinggi, sehingga Cina tidak pernah mengalami masa kegelapan. Kuncinya adalah antusias dalam berkarya di dunia pendidikan. Bagaimana mengentaskan pendidikan Indonesia ke arah yang mencerahkan. Kebobrokan demi kebobrokan karena dipicu dengan kemalasan yang kemudian diikuti dengan kebodohan. Dan saat inilah yang terjadi dengan bangsa Indonesia.


Kita sebagai individu dan anak bangsa, masih sangat dibutuhkan untuk “menggenjot” karya-karya terbaik khususnya membangun pendidikan yang terbaik di negeri ini sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi apa lagi ditunda-tunda. BOS dan dana yang tinggi bukan jaminan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Pendidikan berawal dari keluarga. Marilah kita pulang..mulailah kita memainkan peran semestinya di dalam pendidikan keluarga. Jangan sampai anak-anak kita menjadi yatim secara psikologis, orang tuanya masih ada, namun mereka sudah tidak dapat melihat sosok orang tuanya karena lasan sebagai mesin pemenuh kebutuhan hidup. Sukses berawal dari Rumah. Pendidikan terbaik bukan sekolah tinggi dengan berbagai title yang dimiliki, namun pendidikan yang dilandasi rasa cinta dan kasih serta sayang keapda generasi-generasi yang akan datang dengan dibekali kemandirian akhlak, pengetahuan dan ketrampilan,  ditangan merekalah, Indonesia ini akan semakin baik dan mengembalikan kejayaan bangsa IndONEsia. DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-69 ! (c) 2014 Wicaksana, Pondok Cabe. 

Rabu, 06 Agustus 2014

MEMOTIVASI DIRI


Semangat pagi SOBAT Indonesia…, masih dalam situasi berlebaran dan saling memaafkan masih sangat terasa hingga saat ini. Hal seperti ini sering terasa pada saat kita telah mengikuti sebuah pelatihan. Efek semangat, dan ingin memulai semua hal dengan hal-hal baru dan lebih baik pastinya. Sama dengan Ramadhan yang merupakan bulan pelatihan bagi umat muslim untuk dapat melakukan hal-hal yang telah dilatih selama satu bulan tersebut pada bulan-bulan lainnya. Saatnya ACTION!

Namun dalam mealakukan ACTION ini, kita akan berhadapan dengan masalah-masalah yang akan menguji kemampuan, komitmen dan konsistensi kita dalam melakukan perubahan yang lebih baik. Selamat datang MASALAH dan selamat datang dalam kehidupan. Masalah lah yang akan membuat kehidupan jauh lebih MENARIK!

Jika berbicara mengenai permasalahan dalam hidup adalah hal yang PASTI. Masalah adalah bagian dari kehidupan. Masalah bisa terjadi disebabkan karena adanya perbedaan harapan dari diri dan fakta yang terjadi saat ini. Masalah tak kunjung henti menerpa dalam kehidupan manusia. Semua manusia memiliki harapan, angan mimpi dan cita-cita untuk ia capainya. Baik dalam kehidupan keluarga, pertemanan, dan juga pekerjaan atau karir. Begitu banyaknya tuntutan peran membuat masalah tidak pernah lepas dari sebuah kehidupan. Permasalahan rumah tangga yang tak kunjung usai, misal terkait pemenuhan kebutuhan hidup.Permasalahan pekerjaan dimana penjualan yang belum membaik. Tuntutan pertemanan membuat meluangkan waktu untuk dapat bercakap – cakap setelah jam kantor, namun tidak bisa. Begitu banyak masalah yang akan menghampiri dalam kehidupan. Setiap orang akan menganggap permasalahan dalam hidupnya lebih berat dari pada orang lain, demikian juga orang lain akan beranggapan hal yang sama. Semua subjektif!.Diri sendiri yang menjadi ukurannya. Ini merupakan juga merupakan masalah. Jika kita bicara masalah kita juga bicara mengenai kapasitas. Sama seperti kita bicara air dan wadahnya. Masalah dan masalah dan masalah lagi bisa menyebabkan beban dan bahkan bisa “tumpah” tidak hanya diri yang merasakan namun juga dapat mengenai orang-orang disekitarnya. Masalah baru akan timbul. Pertengkaran, perkelahian, saling cemooh dan berbagai perilaku yang “menular” dengan cepatnya.

Jam 17.00 sore ini, sudah 30 menit saya berada di atas motor saya untuk melewati jalan yang sangat macet pada saat itu. Motor hanya bergerak Cuma benerapa langkah. Tiba-tiba di depan saya terlihat pemandangan seorang pengendara motor berusaha memukul supir angkot. Entah kenapa masalahnya mereka bertengkar pada saat itu. Namun pertengkaran yang diawali oleh dua orang kini tampak lebih banyak lagi. Sungguh berbahaya !

Jika permasalahan ini tidak dapat dituntaskan dengan cepat, akan dapat berdampak stress pada diri, bahkan bisa orang lain dan lingkungan. Bagaimana diri dapat bangkit kembali dan menghadapi tantangan dan permaslahan yang ada dengan lebih tangguh lagi. Memang tidak semudah ketika menjentikan jari kita, langsung dapat berubah. Ini dibutuhkan pengalaman dan pola pikir yang positif dengan melihat semua permasalahan yang ada adalah celah-celah peluang yang dapat dimenangkan. Ini bisa dilatih dengan tetap melatih diri, dan teruskan setiap keputusan yang telah diambil serta belajarlah dari orang-orang yang sering mengalami kegagalan dan bangkit lagi untuk menjadi seseorang.

Saya membaca sebuah biografi yang menceritakan kisah penuh inspiratif tentang Anita Roddick. Anita Roddick adalah kisah sukses dibalik kejayaan kerajaan bisnis The Body Shop. Saat ini, toko The Body Shop mungkin telah berkembang di lebih dari tujuh puluh negara, termasuk hampir di semua mal-mal di seluruh kota besar di Indonesia ada toko The Body Shop. Toko The Body Shop ini menjual barang-barang kosmetik dengan konsep ramah lingkungan, di mana Anita Roddick tidak menggunakan hewan sebagai bahan percobaan terhadap hasil-hasil temuan kosmetik, yang semuanya berasal dari bahan-bahan alam dan tanaman.


The Body Shop lahir bukan karena visi atau pun mimpi-mimpi besar dari Anita Roddick, The Body Shop lahir karena garis takdir yang membawa Anita Roddick ke bisnis kosmetik. Anita bersama suaminya Gordon Roddick mengalami kegagalan demi kegagalan di bidang ekonomi dan keuangan, semua usaha dan pekerjaan mereka harus gulung tikar. Mereka hanya menyadari bahwa hidup harus terus berjalan, mereka butuh makan, dalam keterdesakan ini, mereka dibimbing Tuhan melalui garis takdir mereka untuk membuat dan menjual kosmetik. Sebenarnya, Anita Roddick tidak memiliki pengalaman dan latar belakang keluarga yang berkecimpung dalam bisnis membuat kosmetik. Semua keberanian dia untuk berbisnis kosmetik lebih disebabkan dari hobi traveling sambil mengamati dan mempelajari budaya-budaya tradisional bangsa lain. Oleh karena itu, pada awal membuka usaha, Anita Roddick tidak mudah mendapatkan pinjaman atau pun pendanaan untuk bisnis The Body Shop tersebut, hingga pada akhirnya ada sebuah bank yang memberikan pinjaman sebesar empat ribu Pounds Sterling, yang digunakan Anita untuk membeli bahan baku, dan sebagai modal awal untuk jualan. Secara resmi toko The Body Shop pertama didirikan Anita Roddick, pada tahun 1976 di Brighton, Inggris. Di dalam sebuah buku Anita Roddick menulis, " saya tidak memperkirakan intuisi apa pun tentang gerakan cinta pada alam. Apa yang ada dalam benak saya saat itu, hanyalah satu, bertahan hidup."

“Motivasi adalah pohon yang disiram dengan kedisiplinan diri” Bagaimana caranya supaya tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang kita rasakan melalui emosi yang muncul. Emosi timbul sebagai akibat dari perasaan yang terjadi didalam diri. Jadi sebetulnya mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan kita raih. Maka kita akan termotivasi untuk bekerja keras dalam mencapai tujuan kita. Ada beberapa hal yang harus dilakukan supaya tetap dapat termotivasi dalam hidup, diantaranya yaitu : 

1. konsisten
Kemudahan itu muncul dari kebiasaan. Demikian juga halnya dengan motivasi . Ia memerlukan kedisiplinan sehingga kita terbiasa hidup dengan motivasi. “Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan”. Ada beberapa cara untuk melatih memotivasi diri, salah satu cara yang cukup efektif adalaha, saat kita terbangun dari tidur dan berdiri di depan cermin, kita katakan kepada diri kita sendiri " ya, saya bisa" , " saya bahagia" atau kata-kata lain yang bersifat sugesti. 

2. Bertanggung jawab
Sadar atau tidak sadar, kita butuh orang lain untuk mengingatkan kita untuk tetap berada di tujuan. Seseorang yang selalu bersedia untuk memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan kita. Dari sini kita akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik . Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin dirikita.

3. Usahakan kita selalu berada dengan orang-orang yang mempunyai visi yang sama
Saat kita bersama dengan orang-orang yang mempunyai gagasan dan tuhuan hidup yang sama, kita bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka dan kita akan mudah untuk termotivasi dan memperoleh support. Apa yang kita rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama.

4. Fokus pada proses, bukan tujuan
Hal ini sangat penting. Kita sering jatuh mental ketika menemui kesulitandalam mencapai tujuan. Tetaplah Fokus pada proses. Cepat atau lambat, setiap proses memerlukan waktu. Tujuan kita sudah jelas, namun perjalanan untuk menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses kita terhindar dari beban mental karena kita memegang kendali atas proses itu sendiri, bukan dikendalikan oleh target untuk mencapai tujuan.

Kita tahu bahwa motivasi merupakan kunci untuk meraih sukses. Yang kita perlukan sekarang adalah kemauan yang kuat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan jangan lupa bersyukur dan hargai diri kita disetiap keberhasilan sekecil apapun itu. Dengan kondisi yang sangat lelah baik pikiran mental dan spiritual.

"ORANG MELIHAT KESUKSESAN SAYA HANYA SATU PERSEN. TAPI, MEREKA TIDAK MELIHAT 99 PERSEN KEGAGALAN SAYA," tuturnya. Ia memberikan petuah, "KETIKA ANDA MENGALAMI KEGAGALAN, MAKA SEGERALAH MULAI KEMBALI BERMIMPI. DAN MIMPIKANLAH MIMPI BARU." -Soichiro Honda-

Selamat menjalani perubahan untuk menuju Indonesia yang lebih BAIK!, Wicaksana, 2014, Pondok Cabe

Humanika Outbound Training - HOT

Contact Me